Senin, 25 April 2022

Tugas Etika Bisnis Terkait Reseller Masker dan Handsanitizer

 

Beberapa orang atau mungkin banyak orang tiba-tiba menjadi pebinis dadakan di bidang produksi dan penjualan masker, handsanitizer, APD, dan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini menyebabkan barang menjadi langka, tim medis kesulitan mendapatkan APD dan masker medis, harga melonjak tajam. 

Berdasarkan teori etika yang ada, apakah para reseller yang menyebabkan jalur distribusi menjadi panjang dan akhirnya barang langka dan mahal ini sesuai dengan kaidah dan teori etika? Sebaiknya anda jelaskan dengan masing-masing teori etika dan berikan contohnya. 

 

     Pada saat awal penyebaran pandemi covid-19 di tahun 2020 masyarakat Indonesia dituntut untuk menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus yang sangat aktif tersebut. Protokol kesehatan yang diwajibkan untuk masyarakat diantaranya adalah masker dan handsanitizer, namun pada saat keberadaan pandemi tersebut masyarakat Indonesia dihadapkan dengan kondisi panic buying dimana masyarakat cenderung konsumtif terhadap produk masker maupun handsanitizer. Kedua produk pendukung protokol kesehatan tersebut kemudian menjadi incara seluruh masyarakat, yang kemudian menyebabkan kelangkaan terhadap produk masker dan handsanitizer.

     Kelangkaan produk masker dan handsanitizer hampir terjadi diseluruh pasarannya di Indonesia, hal tersebut terjadi pada saat pertamakali covid-19 diumumkan sebagai pandemi global. Seiring berjalannya waktu kelangkaan tersebut nampaknya menjadi suatu ide usaha baru bagi beberapa kelompok yang kemudian mulai banyak pelaku usaha yang memproduksi khususnya produk masker. Sisi negatifnya adalah dari para pelaku penimbun produk masker ataupun handsanitizer yang dengan sengaja membeli secara borongan kemudian menyimpannya untuk kepentingan atau usaha pribadi dan kemudian menjualnya disaat kelangkaan itu terjadi sehingga mereka dapat menjual produk tersebut dengan harga yang tinggi. Hal tersebut tentu saja tidak sejalan dengan etika bisnis.

Reseller tidak selamanya memberikan manfaat berupa bantuan bagi konsumennya akan tetapi juga melakukan tindakan yang bertujuan untuk mengambil keuntungan tanpa mengindahkan suatu etika dalam berbisnis. Tindakannya tersebut memberikan dampak yang kurang baik bagi konsumen, karena memberikan kesulitan bagi konsumen yang dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah.

     Akan tetapi setelah kurang lebih satu tahun berjalan, fenomena reseller yang menimbun barang mulai berkurang. Dikarenakan kini produktifitas dari produk masker maupun handsanitizer sudah mulai merebak dari seluruh kalangan merek atau brand lokal yang latar belakangnya menjual produk kesehatan.

 

Senin, 11 April 2022

3 Tahapan pada Etika Bisnis

 

Tiga tahapan etika bisnis:

1.       Tahap Makro (Besar)

Tahap makro merupakan tahap pada etika bisnis yang memfokuskan pembahasan dan pembelajaran mengenai aspek moral yang terdapat di suatu sistem ekonomi secara menyeluruh.

 

2.       Tahap Meso (Menengah)

Pembelajaran mengenai permasalahan etika dalam suatu organisasi atau perusahaan.

 

3.       Tahap Mikro (Kecil)

Pembelajaran yang menyangkut etika secara individu dalam suatu kegiatan ekonomi atau bisnis.

 

Contoh bentuk etika bisnis dalam kehidupan sehari-hari:

1.      Sikap sopan

Sopan santun sudah kita pelajari sedari dini, pembelajaran sikap sopan ini memang bermula di lingkungan keluarga. Apabila sudah terbiasa dalam kehidupan sehari-hari tentu saja akan menjadi suatu habbit positif yang bisa kita bawa di dunia bisnis. Pentingya sikap sopan akan bermanfaat untuk menjalin relasi dengan rekan bisnis.

2.      Pakaian yang baik

Berpakaian baik bukan hanya terlihat rapi, tetapi juga harus terlihat bersih dan fresh. Kesan pertama itu merupakan hal yang sangat penting, oleh karena itu dengan penampilan yang baik akan menciptakan kesan pertama rekan terhadap kita menjadi baik dan rekan bisnis pun akan merasa tertarik untuk menjalin relasi dengan kita.

3.      Menyebutkan nama lawan bicara

Dalam kehidupan sehari-hari kita cenderung menggunakan bahasa yang informal, meskipun begitu menyebut nama lawan bicara kita akan menjadi point plus. Lawan bicara akan sangat merasa dihargai apabila sebelum berbicara kita sesekali menyebutkan namanya, hal tersebut juga menunjukkan bahwa kita tertarik untuk menjalin relasi yang baik.